Profil: Andik Vermansyah 'Bintang Baru' Indonesia

Kecil dan mungil, tapi lincah dan tidak takut berduel dengan lawan yang memiliki postur tubuh lebih besar.

10 Fakta Menarik Kedatangan LA Galaxy

Kedatangan LA Galaxy setidaknya memberi beberapa pelajaran bagi pemain Indonesia.

Remaja Indonesia Dikontrak Espanyol

Pemuda Indonesia kembali mengukir sejara di luar negeri, kali ini ada pada diri Arthur Irawan.

Pemain Indonesia Akan Diajak Berlatih Bersama PSV

Kunjungan PSV Eindhoven pada Januari 2012 akan memberikan manfaat untuk para pemain Indonesia.

Ayo SMS Dukung Komodo !!!

Taman Nasional Komodo merupakan satu-satunya tumpuan harapan Indonesia untuk melaju ke babak final masuk 7 besar dalam N7WS Of Nature (Keajaiban Dunia Baru Kategori Alam).

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Serba Tercepat dari Jagat Sepakbola

Siapa saja pencetak rekor sprint tercepat maupun kecepatan tendangan tercepat menurut statistik?

Permainan olahraga seperti sepakbola tidak hanya membutuhkan kemampuan teknik mengolah bola maupun mengecoh lawan. Dibutuhkan juga kerjasama tim maupun fisik yang prima dari setiap individu pada tim. Kemampuan skill dan fisik dapat dilatih dan ditingkatkan sendiri oleh diri sang pemain. Nah, pada artikel ini akan diulas pemain yang mencatatkan rekor unik dalam jagad sepakbola yang tentunya hasil tersebut juga berasal dari latihan yang baik.

SPRINT TERCEPAT


Kelincahan seorang pemain menjadi sangat penting jika terjadi duel individu yang melibatkan dirinya dengan pemain lawan. Kelincahan pemain banyak diukur dari kecepatan lari dari seorang pemain sepakbola tersebut. Berikut merupakan grafik statistik daftar 10 besar pemain sepakbola di dunia dengan sprint tercepat yang pernah dicatat oleh FIFA statistic.

Grafik Pemain Sepakbola Tercepat di Dunia (http://balls.ie)
Ternyata dari grafik tersebut muncul nama Antonio Valencia yang saat ini sedang bermain untuk Manchester United yang mencatatkan nilai kecepatan sprint tercepat dengan kecepatan lari yang pernah mencapai nilai 35.1 km/h. Valencia menggantikan nama-nama kondang seperti Walcott maupun Ronaldo yang pernah mendapatkan gelar sebagai pemain tercepat. Ingin tahu seberapa cepat lari Valencia saat mendapatkan gelar sebagai pemain tercepat? Berikut merupakan cuplikan videonya saat Manchester United sedang bersua Liverpool pada musim lalu di Anfield.

TENDANGAN TERCEPAT 

Tendangan merupakan salah satu elemen penting dalam permainan sepakbola. Gol yang dominan tercipta banyak yang lahir dari prosesi tendangan sang pemain. Berikut ini akan ditampilkan pemain sepak bola yang kecepatan tendangannya masuk ke dalam kategori tendangan dengan kecepatan yang tercepat. Statistik ini diambil oleh GOAL dari pertandingan resmi yang pernah dilakukan.

1. Ronny Heberson (211 km/h)
Pemain sepakbola dengan tendangan paling kuat adalah Ronny Heberson. Meskipun tidak diukur secara resmi tetapi menurut beberapa sumber dan video YouTube, lelaki asal Brazil ini memegang rekor tercepat dalam hal tembakan yang pernah ditembak. Dalam pertandingan  Liga Portugal tahun 2006, tendangan bebas pemain Sporting Lisbon ini  mencapai kecepatan 211 km/jam .


2. Ronald Koeman (188 km/h)
Pria berkebangsaan Belanda ini pernah mencetak gol ke gawang Sampdoria dari tendangan super cepat berkecepatan 188 km/jam saat masih membela Barcelona. Pertandingan itu terjadi pada final Piala Champions 1991-92.

3. David Hirst (183 km/h)
Mantan pemain Sheffield Wednesday, David Hirst, hampir menyamai rekor Ronald Koeman, dengan kecepatan tendangan mencapai 183km/jam. Peristiwa ini terjadi saat bulan September 1996, di Stadion Highbury saat  Sheffield Wednesday bertanding melawan Arsenal.
4. David Beckham (157 km/h)
Menurut Guardian, tendangan David Beckham pernah mencapai kecepatan 157 km/jam pada bulan Februari 1997 dalam pertandingan antara Manchester United dengan Chelsea. Rekor tendangan mantan pemain Red Devil tersebut  hampir disamai oleh David Trezeguet, yang juga mencetak kecepatan 154,5 km/jam tembakan saat masih membela Monaco yang ketika itu sedang melawan United pada Maret 1998.
5. Roberto Carlos (137 km/h)
Bagaimana kita bisa melupakan sosok pemain seperti Robert Carlos. Dalam pertandingan Piala Konfederasi 1997 antara Brazil melawan Prancis, bek kiri legendaris tersebut menaklukkan Fabien Barthez dengan tendangan yang luar biasa. Tendangan bebas tersebut memiliki nilai kecepatan hingga 137 km/jam dan efeknya? Fabien Barthez dibuat mlongo dan gawangnya dibuat jebol oleh aksinya.

Nah, dari kecepatan tendangan yang pernah terjadi, kita dapat membayangkan jika kecepatan bola yang sedang melaju tersebut memiliki kecepatan hingga 100an km/jam. Maka jika diibaratkan sebuah mobil yang sedang melaju, maka mobil itu sedang berada pada kondisi jalan tol yang sepi dan sedang dalam posisi porseneling 5.

Sabtu, 24 Desember 2011

Pakai Sepatu Pinjaman, Andik Tetap Cetak Gol

Andik Vermansyah memecah kebuntuan serangan Persebaya melalui skill individu yang ia miliki



Kota Bharu - Menghadapi Juara Malaysian Super League (MSL), Persebaya harus menunggu hingga menit ke-84 untuk bisa menyamakan kedudukan melalui aksi individu bintang mereka, Andik Vermansyah, Jumat (23/12).

Namun ada cerita menarik di balik penampilan gemilang Andik pada pertandingan itu, tak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menjadi kandang lawan, Andik juga harus beradaptasi dengan sepatu 'barunya'. Gara-garanya sepele, penggawa Timnas U-23 itu kehilangan tas yang berisi sepatunya dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Kota Bharu.

"Itu sepatunya Pak Haji Halil (Mat Halil). Agak kurang pas, tapi mau bagaimana lagi wong sepatu saya hilang," ucap Andik seperti disitat dari situs Indonesian Premier League (IPL).

"Untung saja bisa cetak gol, Mas. Gol itu saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sebab pertandingan ini kan juga ditayangkan langsung di Indonesia," imbuhnya.

Pihak ofisial Persebaya sudah berusaha maksimal untuk mencari tas Andik yang hilang itu ke kantor Air Asia hingga ke pihak Bandara Sultan Ismail Petra, Kota Bharu, namun hasilnya nihil. Akhirnya Andik pun harus rela memakai sepatu Mat Halil. Andai saja Andik memakai sepatunya sendiri pada pertandingan itu.

Sumber: bola.net, jpnn


PSV Membatalkan Kunjungan Ke Indonesia

Pihak promotor membatalkan kedatangan tim asal Belanda tersebut karena alasan PSSI yang sedang krisis.



Jakarta - Niat para pecinta sepak bola Indonesia untuk kembali menyaksikan tim-tim dari luar negeri unjuk kebolehan di Tanah Air kembali tertunda. Setelah sempat terhibur oleh kedatangan David Beckham bersama LA Galaxy pada November lalu. Kini PSV Eindhoven, klub yang penuh sejarah asal Belanda yang telah menjadwalkan akan berkunjung ke Indonesia awal Januari ini memutuskan untuk tidak jadi mengunjungi negara ini.

Dalam rilis resmi yang disebar ke media, Soujana Media menyatakan, PSSI tidak bisa memenuhi permintaan mereka yang ingin melihat pemain terbaik Indonesia dalam laga ini. PSSI, dinilai Soujana Media, justru akan menurunkan pemain yang tidak kredibel dalam laga ini. Padahal, di dalam kontrak sudah jelas disebutkan bahwa PSSI harus menurunkan pemain-pemain terbaiknya, seperti Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales, Firman Utina, Egi Melgiansyah, dan lain sebagainya.


"Krisis yang terjadi di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan tidak bisa tampilnya pemain papan atas membuat kami menilai tidak ada tim yang kredibel untuk pertandingan ini. Sungguh disayangkan. Di saat kami menjanjikan pemain terbaik seperti yang tercantum dalam kontrak, tapi tidak bisa dipenuhi PSSI di sisi lain," demikian pernyataan Soujana Media.

Selain itu, Soujana beralasan, keputusan PSSI menurunkan tim "lapis kedua" tersebut bisa membuat mereka mengalami kerugian dalam hal finansial. Dinilai, tidak banyak penonton yang akan hadir dalam laga ini karena tak ada pemain bintang yang bisa menyedot perhatian publik. Soujana Media juga memprediksi, pihaknya akan kesulitan untuk mendapatkan sponsor karena alasan yang sama.

"Bila kami tetap melanjutkan menggelar pertandingan ini, itu akan berisiko dari sisi keuangan dan kami tidak mau menderita kerugian besar. Kami tidak terlalu yakin penjualan tiket akan bisa menutupi biaya mendatangkan PSV ke Jakarta," tutur pihak Soujana Media.

Soujana Media sebenarnya menyayangkan pembatalan ini sebab hal ini bisa berakibat buruk terhadap sepak bola Indonesia pada masa depan. Perusahaan asal Malaysia ini mengatakan, klub-klub Eropa atau event organizer internasional akan berpikir panjang sebelum memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan PSSI karena takut mengambil risiko atas ketidakstabilan dari sepak bola PSSI.

Tak hanya sepak bola Indonesia yang dirugikan, Soujana Media menilai bahwa pembatalan ini juga akan merugikan para pemain muda yang sebenarnya punya kesempatan untuk menimba ilmu dari para pemain papan atas dunia. "Kami menyampaikan permintaan maaf kepada puluhan ribu fans Indonesia yang ingin menyaksikan pemain kelas atas dunia di pergantian tahun," tutup pernyataan tersebut.

Dengan adanya pembatalan kunjungan PSV Eindhoven ini, maka diperkirakan akan berdampak terhadap rencana kedatangan tim-tim besar dunia lain yang berencana memasukkan  Indonesia sebagai daftar kunjungan timnya di 'break' musim ini, seperti Inter Milan, AC Milan, Boca Juniors, dan bahkan Tim Nasional Brazil yang rencananya akan diundang tahun depan. Semoga saja kisruh PSSI ini tidak berlangsung lama dan dapat membentuk Timnas yang tangguh sesungguhnya.


Sumber: kompas dan berbagai sumber lain



Rabu, 07 Desember 2011

Media Eropa Ramai Beritakan Andik Vermansyah

Sejak mendapat kabar tentang diminatinya seorang Andik Vermansyah oleh klub Benfica, membuat media Eropa banyak mengutipnya.



Lisbon - Nama Andik Vermansyah mulai melambung saat ia sering merepotkan lini pertahanan lawan saat SEA Games 26 lalu. Aksinya yang lincah, gesit, dan ulet seakan menutupi kekurangan posturnya yang kecil dan mungil. Bahkan tak sedikit bek lawan yang menjatuhkannya untuk menutup ruang gerak pemain asal klub Persebaya 1927 ini.

Nama Andik semakin melambung saat dirinya dipercaya mengisi skuad Indonesia Selection saat menghadapi LA Galaxy, Rabu (30/11). Ia sempat membuat kerepotan lini pertahanan bagian kiri LA Galaxy. Dan puncaknya David Beckham pun ikut 'emosi' saat Andik beberapa kali melewatinya.

Setahun yang lalu, diberitakan bahwa Andik sempat diincar oleh klub Benfica asal Portugal. Hal ini diamini oleh Saleh Mukadar, mantan manager Persebaya. Ia menjelaskan jika kabar tersebut benar adanya, hal itu bermula ketika mantan CEO Persebaya mengirimkan video aksi Andik saat membela Persebaya kepada Rui Costa yang menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Benfica.

Rui Costa pun tertarik dengan bakat Andik, namun alasan bahasa dan cuaca yang menjadi alasan Andik saat itu untuk menolak tawaran itu. Saat ini, ia mengaku sudah lebih siap jika ada klub luar yang ingin menggunakan jasanya.

Kabar seputar ketertarikan Benfica terhadap bibit muda Indonesia itu menjadi ramai diperbincangkan oleh banyak media internasional, terutama Eropa. Situs olahraga Portugal abola menyebut bahwa Andik adalah Messi-nya Indonesia. Mereka pun memberitakan bahwa Benfica sedang mengincarnya. Namun lebih lanjut media itu mengatakan belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak klub.

Selain dari media Portugal, kabar yang menyangkut Andik datang dari situs olahraga Perancis machainesport.fr. Mereka mencari narasumber dari Mantan pelatih klub Liga Primer Indonesia (LPI) Aceh United Lionel Charbonnier.  Ia mengatakan bahwa Andik memang bagus, namun akan kesulitan jika ia merumput di Eropa.

"Vermansyah tidak jelek. Tapi [dia] bukan, bukan Messi. Bila merumput di Eropa, Andik akan mengalami kesulitan dengan jarak yang jauh dengan kampung halamannya. Selain itu, Andik pun akan menghadapi kultur baru. Bila direkrut, maka klub yang mengambilnya harus memberikan perlakuan spesial." Ujar Charbonnier.

Rumor yang mengaitkan pemain Asia dengan Benfica bukan hanya sekali saja. Pada Juni lalu, benfica juga dikaitkan dengan bintang India Sunil Chhetri. Namun hingga kini, hal itu baru sebatas rumor. Kendati demikian, Benfica selalu tertarik dengan pasar Asia. Sebelumnya Goal.com edisi Internasional juga sering memberitakan soal pemain-pemain muda Indonesia termasuk Andik Vermansyah.

* Dikutip dari berbagai sumber



Sabtu, 03 Desember 2011

Profil: Andik Vermansyah 'Bintang Baru' Indonesia

Kecil dan mungil, tapi lincah dan tidak takut berduel dengan lawan yang memiliki postur tubuh lebih besar.



Surabaya - Andik Vermansyah merupakan pemain yang sedang menjadi perbincangan publik sejak (30/11/11) lalu. Hari itu mungkin menjadi hari yang sangat bersejarah bagi pria kelahiran Jember 23 November 1991 ini, pasalnya di hari itu Andik mendapat kesempatan sebagai starter tim Indonesia Selection dalam laga melawan LA Galaxy.

Namun ada yang lebih special lagi untuk penyerang Persebaya 1927 tersebut. Setelah pertandingan LA Galaxy vs Indonesia Selection selesai, Andik berhasil mendapatkan jersey pemain bintang LA Galaxy David Beckham. Beckham yang pada pertandingan tersebut sempat melakukan tackle keras kepada Andik merasa bersalah dan tidak enak hati kepada striker timnas U23 Sea Games 2011 tersebut, dan sebagai permohonan maafnya Beckham meminta Andik untuk bertukar kaus dengannya.
Perjuangan seorang Andik
Perjalanan Andik Vermansyah merintis karir hingga kini tidaklah mudah. Andik harus bekerja keras untuk menjadi pemain bintang Indonesia seperti sekarang ini. Pria yang berasal dari keluarga sangat sederhana ini menyukai sepakbola sejak usia nya menginjak 10 tahun. Ayahnya, Saman, hanya seorang kuli bangunan dan ibunya, Jumi’ah, hanya seorang tukang jahit. Keadaan tersebut membuat Andik harus merantau dari Jember ke Surabaya bersama sang ibu untuk mengadu nasib demi melanjutkan kehidupan keluarganya.
Surabaya merupakan tempat yang bersejarah buat Andik. Pertama kali tinggal di kota tersebut, Andik dan ibunya hanya mendiami rumah kontrakkan dengan ukuran 6×3 meter yang terletak di Jalan Rangkah no.7, Surabaya. Rumah kontrakkan tersebut rupanya menjadi penyalur hobi Andik dalam bermain sepakbola. Lapangan bola yang lokasinya tak jauh dari rumah membuatnya leluasa menjalankan hobinya itu setiap pulang sekolah bersama kakak dan teman-temannya, meski selalu dimarahi ibunya yang tak senang jika Andik bermain bola karena khawatir cedera.
Hobi dan semangat yang besar mendorong Andik untuk terus bermain sepakbola hingga akhirnya mendapat restu dari ibunya bahkan sampai dibelikan sepatu bola walau hanya dengan harga Rp.25.000. Bahkan kedua orang tuanya harus kerja keras untuk bisa membelikan pemain Persebaya tersebut sebuah sepatu sepakbola. Maklum penghasilan Saman (ayah) dari pekerjaannya sebagai tukang batu dan Jumiyah (ibu) sebagai karyawan pabrik, tidaklah cukup untuk membeli sepatu sepakbola. Jumiyah akhirnya mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, koran dan es.

"Terkumpul Rp 25 ribu. Saya sendiri yang ngantar ke Gembong (pasar barang-barang bekas di kawasan tengah kota Surabaya). Sempat cemas karena tidak ada uang lebih, kebetulan harganya juga pas dengan uang yang kami bawa. Bolak-balik saya tawar, penjualnya tidak mau turunkan harga," papar Jumiyah.


Saking senangnya, tambah Jumiyah, sepatu itu tidak dilepas dan terus dipakai saat tidur. Tak disangka, sepatu buatan lokal itu membawa Andik terbang tinggi. Namun, usia sepatubola pemberian sang ibu pun tak bertahan lama, kualitas yang tidak terlalu bagus membuat sepatu tersebut hanya bertahan 3 bulan. Namun semangat seorang Andik nampaknya tak pernah padam untuk sepakbola, ia tak segan untuk berjualan kue dan es keliling kampung hanya untuk membeli sepatu bola.

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Andik memang mendapat perhatian lebih dari orang tuanya. Terutama dari ibundanya. Apalagi sejak 1 tahun, keluarga kecil ini ke Surabaya. Lengketnya hubungan ibu dan anak itu terlihat ketika Jumiyah harus bekerja membantu ekonomi Saman.

"Saya waktu itu kerja di pabrik. Andik tetap saya bawa kerja karena tidak ada yang ngawasi di rumah. Kalau tidur, saya taruh di bawah mesin," kenang Jumiyah.




Tak hanya itu, ekonomi yang pas-pasan membuat keluarga Andik empat kali pindah kontrakan. Dan itu berakhir setelah Andik mampu membelikan rumah di Jl Kalijudan Taruna II no 90. Rumah mungil bercat kuning itu nampaknya bakal jadi muara kehidupan pasangan Saman-Jumiyah di Surabaya.

Kini dengan terangkatnya ekonomi keluarga seiring meningkatnya karir Andik, baik Jumiyah dan Saman berharap tidak terlena gemerlapnya kehidupan. Mereka pun sudah ikhlas jika Andik ingin meneruskan karir ke Eropa.

"Sekarang sudah dewasa, kalau memang sesuai dengan keinginannya kami tentu akan mendukung. Sebenarnya dua tahun lalu sudah ditawari main di Eropa. Saya nggak tahu klub mana, tapi saya sarankan pada Andik untuk tidak menjawab tawaran itu. Usianya masih muda, kasihan kalau jauh dari keluarga," ucap Saman.
Sukses Andik sebagai pesepakbola juga tak lepas dari perhatian kakak ketiganya, Agus Dwi Cahyono. Selisih usia yang hanya tiga tahun, membuat hubungan keluarga itu ibarat pertemanan.
Adalah Agus yang mendorong Andik keluar dari SSB Dwikora dan pindah ke Kedawung Setia Indonesia (KSI). Di klub barunya, Andik mulai merasakan atmosfir kompetisi. Beberapa kali dirinya jadi pilihan utama saat main di sebuah turnamen.


"Mas Agus yang selalu mendorong saya. Termasuk pilihan-pilihan yang ditawarkan manajemen Persebaya," tegas Andik.



Data Singkat:
Nama lengkap: Andik Vermansyah
Nama kecil/Panggilan: Andik
Tinggi Badan: 162 cm
Tempat/Tanggal Lahir: Jember, 23 November 1991
Klub: Persebaya Surabaya 1927
Posisi: Striker

Karier :
Klub Junior
 2007 – Persebaya Surabaya
2008 – PON Jatim
2008 – POM ASEAN

Klub Profesional
2008 – 2011 Persebaya Surabaya
2011 – Tim Nasional Indonesia U-23

Makanan kesukaan: Tempe penyet
Pemain idola: Bejo Sugiantoro dan Cristiano Ronaldo
Klub idola: Real Madrid dan Persebaya
Nama ayah: Saman
Nama ibu: Jumiah


* Dikutip dari berbagai sumber



Kamis, 01 Desember 2011

10 Fakta Menarik Kedatangan LA Galaxy

Kedatangan LA Galaxy setidaknya memberi beberapa pelajaran bagi pemain Indonesia



Jakarta - LA Galaxy memang telah meninggalkan Indonesia tadi pagi (1/12). Namun kedatangan tim juara MLS itu masih menyisakan pengalaman bertanding serta mental bagi para pemain Timnas Selection Indonesia yang berisi gabungan pemain senior dengan pemain Timnas U-23 yang baru saja berlaga di ajang Sea Games 2011.

Apalagi dengan hadirnya David Beckham di tim LA Galaxy membuat laga ini semakin menarik bukan hanya bagi para pemain namun juga para penonton di Indonesia. Selain pengalaman dan skill Beckham yang ditunggu-tunggu oleh para pemain timnas, penggemar sepak bola maupun yang bukan penggemar sepak bola juga sangat menunggu aksi Beckham di tengah lapangan Gelora Bung Karno.

Meski kalah 1-0 dari LA Galaxy, penampilan timnas selection bisa dibilang tampil 'oke'. Mereka tampil lepas seperti ingin menunjukkan kualitas skill yang mereka miliki. Andik Vermansyah terutama, ia berhasil meliuk-liuk dan seolah mengajak berlari para pemain LA Galaxy. Tidak heran jika pada menit ke-8, sang bintang David Beckham 'mengguntingnya' dari belakang dengan dua kaki, mungkin karena kelincahan Andik yang membuat Beckham sedikit kewalahan mengantisipasinya.

Berikut beberapa fakta menarik kedatangan LA Galaxy sejak Senin (28/11) hingga Kamis (1/12):

  1. Rombongan LA Galaxy mendarat di Bandara Soetta


    Mereka tiba di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat Singapore Airlines SQ 952 sekitar pukul 08.25. Saat Beckham dkk keluar dari pintu kedatangan Internasional, sambutan penggemar dan kamera wartawan sudah menunggu di luar.

  2. Syahrini Sambut Rombongan

    Artis sekaligus penyanyi Syahrini berkesempatan mengalungkan bunga kepada 40 tamu tim sepak bola LA Galaxy, termasuk sang bintang David Beckham. Giliran mengalungkan suami Victoria Beckham, pelantun lagu Aku Tak Biasa itu mengaku salah tingkah. Hal ini yang banyak menghebohkan masyrakat Indonesia. Ekspresi dan kelayakan Syahrini menyambut LA Galaxy dipertanyakan banyak pihak.

  3. LA Galaxy Meneyewa 3 Lantai Hotel Ritz Carlton
    Direktur Mahaka Sport, Hasani Abdulgani, menilai permintaan pihak keamanan klub liga Amerika Serikat Major League Soccer (MLS), LA Galaxy, soal keamanan masih dalam batas wajar. Bahkan mereka lebih memilih Hotel Ritz Carlton untuk menginap selama di Jakarta.

  4. Kejutan dari Obama


    Saat malam menjelang pertandingan dan jam masih menunjukkan pukul 2 tengah malam waktu Indonesia. Presiden Barack Obama memberikan kejutan, ia menelpon pelatih LA Galaxy Bruce Arena. Obama menyatakan ungkapan selamatnya untuk LA Galaxy yang baru saja memenangi Liga MLS. Saat itu Obama menelpon langsung  Arena yang sedang berada di Indonesia dari Gedung Putih, Washington DC. Entah apalagi yang dibicarakan Obama dengan Arena saat tim Galaxy berada di Indonesia.

  5. Duo Papua Tidak Ikut Serta Pertandingan


    Laga antara LA Galaxy kontra Indonesia Selection (gabungan Timnas Indonesia dan Indonesia U-23) dipastikan tak akan dihadiri oleh dua penggawa Persipura Jayapura, yakni Titus Bonai dan Boaz Solossa. Ketidakhadiran dua pemain itu karena laga eksibisi antara LA Galaxy melawan Indonesia Selection, Rabu (30/11) akan bertepatan dengan lanjutan Indonesia Super League (ISL). Selain itu, Center Bek Indonesia Abdul Rahman juga absen untuk pertandingan ini. Ketiga pemain itu digantikan oleh Zulkifli, M. Ilham dan Gunawan Dwi Cahyo.

  6. Beckham Disoraki Penonton


    Bintang LA Galaxy David Beckham disoraki penonton usai melakukan sliding keras dari belakang yang membuat gelandang Tim Indonesia Selection Andik Vermansyah tersungkur. Sepanjang 20 menit pertama pertandingan tiga pemain LA Galaxy mendapat dua kartu kuning. Hal ini terbilang mengejutkan, sebab Beckham merupakan icon yang paling dielu-elukan pada pertandingan ini. Namun rasa nasionalisme pendukung merah putih terbilang masih tinggi juga lho...

  7. Robbie Keane Kepanasan

    Robbie Keane sang pencetak gol tunggal pada pertandingan ini juga mengaku senang dalam pertandingan tersebut karena Indonesia Selection memberikan perlawanan yang tangguh, terutama dia juga mencetak gol kemenangan LA Galaxy. Saat jumpa pers usai pertandingan nampak Keane selalu menenggak air mineral dari botol yang dibawanya.
    "Saya sangat senang mencetak gol, apalagi tim kita menang dan bisa memberikan kontribusi. Malam ini cukup panas, tapi saya menikmatinya," tukasnya.

  8. Andik Mendapat 'Souvenir' dari Beckham

    Andik Vermansyah merasa beruntung mendapatkan souvenir langsung dari Beckham berupa kaos yang dipakai Beckham pada pertandingan itu. Ada beberapa alasan yang bisa dijadikan rujukan mengapa Becks memilih bertukar kostum dengan Andik. 

    Pertama, dalam pertandingan tersebut Andik memang menjadi salah satu pemain yang bermain cukup impresif dan tak jarang membuat barisan belakang Galaxy keteteran mengawal pergerakan atau pun larinya yang terkenal kencang. Kedua, Becks mungkin merasa bersalah karena sempat melepaskan tekel keras kepada bintang timnas U-23 Indonesia tersebut awal laga.

    Sedikit lucu tadi usai pertandingan. Ada banyak pemain yang menginginkan kaosku," tutur Beckham. "Aku sendiri pilih nomor 21 (Andik), karena aku tadi sempat mengasarinya. Aku merasa tidak enak padanya." 

  9. Arena dan Beckham Puji Pemain Indonesia


    David Beckham juga memberikan penilain bagi para pemain Indonesia yang disebutnya bertalenta dan menunjukkan sebagai pemain profesional. Selain itu, penampilan apik penggawa Indonesia Selection kala menjamu LA Galaxy rupanya menarik minat Bruce Arena untuk memboyong pemain Indonesia. Pelatih yang pernah menangani Timnas Amerika Serikat ini menyebut dua nama yang disebutnya mempunyai bakat besar.
    "Bila kami kehilangan Beckham, mungkin kami akan mempertimbangkan salah satu pemain Indonesia. Kita lihat saja nanti," kata Bruce usai pertandingan. 
    “Pemain nomor 10 (Greg Nwokolo) dan 21 (Andik Vermansyah) sangat berbakat,” imbuhnya.


  10. LA Galaxy Meninggalkan Indonesia
    Becks cs menjejakkan kaki mereka di Ninoy Aquino International Airport lewat Terminal 2, Kamis 1 Desember 2011 sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Kedatangan tim asal Amerika Serikat ini dalam rangka melawan tim nasional Filipina pada 3 Desember 2011 di Rizal Memorial Football Stadium.


    Dari 10 fakta di atas, mana yang menjadi favorit anda?

    Semoga dari kunjungan LA Galaxy ke Indonesia ini membawa dampak positif bagi permainan tim nasional Indonesia di masa depan. Juga ditunggu kehadiran tim-tim besar lain untuk berkunjung ke Indonesia dan tentunya juga membagi ilmunya kepada para punggawa Indonesia.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites