Kamis, 21 Juli 2011

Amerika Serikat Ekspor Sumpit ke China

Sumpit banyak dikenal berasal dari China dan digunakan sebagai alat makan untuk makanan China, namun apa jadinya jika kini China malah mengimpornya dari Amerika Serikat?

Sumpit buatan warga Georgia yang sering diimpor ke China

Di Amerika Serikat banyak ditemukan beberapa barang elektronik semisal Komputer, handphone, kamera, atau televisi yang berlabel 'Made in China'. Tapi di kota Americus yang notabene hanya sebuah kota kecil di negara bagian Georgia Selatan terdapat sebuah perusahaan kecil yang mencoba melawan arus dengan mengimpor sumpit ke negeri China.



Jae Lee, warga Amerika keturunan Korea, pimpinan perusahaan Georgia Chopsticks, mengatakan pangsa pasar sumpit besar sekali. Sekitar sepertiga penduduk dunia menggunakannya. Jepang sendiri menggunakan sekitar 23 miliar sumpit yang dapat dibuang setahunnya.
“Saat ini kami memproduksi sekitar dua juta sumpit sehari. Tetapi, kami akan meningkatkan produksi. Akhir bulan ini, tujuh mesin baru yang kami pesan datang, sehingga bisa meningkatkan produksi sekitar empat juta sehari. Akhir tahun ini, kami akan memproduksi 10 juta sehari,” paparnya.
Kebanyakan sumpit buatan Tiongkok, di mana ratusan perusahaan memproduksi 63 miliar sumpit setahunnya. Tetapi, perusahaan-perusahaan itu saat ini kekurangan kayu.
Americus kaya akan kayu, kata David Garriga, ketua dewan pembangunan ekonomi wilayah itu. “Negara bagian Georgia kaya akan sumber alam. Wilayah Pasifik, khususnya Tiongkok dan Jepang, kekurangan kayu, tetapi di sini melimpah ruah,” ujarnya.
Di Georgia tengah, pohon sweetgum dan poplar mudah tumbuh seperti alang-alang, dan kayu pohon-pohon itu cocok untuk membuat sumpit, karena kayu itu lentur, lurus, dan warnanya bagus. Itulah yang membuat sumpit Georgia disukai konsumen, khususnya karena kayu itu tidak perlu dipoles dengan bahan-bahan kimia atau pemutih, tidak seperti sumpit Asia.
Ada hal lain yang juga melimpah di Americus selain kayu, yaitu sumber daya manusia. Pernah menjadi kota industri, Americus kehilangan banyak lapangan kerja dalam dasawarsa 1970-an ketika banyak perusahaan berelokasi ke luar negeri. Namun, perusahaan Jae Lee menciptakan banyak lowongan kerja.
Ketika Georgia Chopsticks buka akhir tahun lalu, perusahaan tersebut menerima 450 lamaran kerja dalam dua minggu. Saat ini, 57 orang bekerja di pabrik itu, dan Lee berharap bisa meningkatkan produksi dan menambah 100 pegawai pada akhir tahun ini.
Semua sumpit yang diproduksi di perusahaan ini diekspor ke luar negeri di mana sumpit-sumpit itu dijual di pasar-pasar swalayan di Tiongkok, Korea, dan Jepang. Saat ini, Georgia Chopsticks belum bisa memenuhi seluruh permintaan atas produknya.
Sejak Georgia Chopsticks mulai berproduksi, Garriga telah dihubungi oleh banyak pengusaha Amerika keturunan Asia yang tertarik untuk membuka perusahaan-perusahaan jenis lain di Americus.
Jadi, sumpit mungkin merupakan salah satu daftar panjang produk yang diekspor ke Asia, buatan Americus, Amerika.

Sumber: voaindonesia


0 komentar:

Posting Komentar

Give Your Comment,here:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites